Tugas Sosfkill Bahasa Inggris Bisnis 2(2) : Tugas Individu

Written on 09.37 by Andriawan Syahrul Azhar


Report of  Tigers
Tigers

Every body know tigers especially in thier wildness of hunting instincts and skill for survival and their extinction. The habitats of tigers are in  Asia, Siberia and India. And the habitats of the tigers in each place is decrease every year, like we found in India where there are less than 3500 tigers in wild around of which 1411 are in India with its habitat falling by over 50% in last 30 years. Globally tigers occupy less than 7% of their historical geographical landscape.

Tigers are one of the biggest among the 37 species of cats in the world today. Tigers have very sharp teeth and very powerful claws to catch thier food such as deers, zebras, even buffaloes and other animals to be able to survie. Althoug tigers placed in the highest rank of predators but they also has a predator except a human. The predator of the tigers is a lion. Lions do not eat the tigers but just kill them to erase rivaly in catching their target. Tigers have big mouths and also have big gums. Tigers have piericing yellow eyes that glown in the dark that are used to hunting their food in the night.

Comment :
Tiger, or the king of the forest is the most endangered animals. Among the five types of tigers surviving in the world, the Sumatran tiger is the last remaining island races from three other races that previously existed in Indonesia. Bali tiger have become extinct due to hunting in the late 1940s, and certainly extinct Java tiger late 1980s. So, in Java and Bali, the tiger is just a fairy tale. I think we should all be keeping tigers from poachers par threats that wild tigers can still be together and make us see tigers endangered animals.

Sources :

explains the cooperation between different companies state

Written on 08.24 by Andriawan Syahrul Azhar


A.    Company Identity

Company Name                      : PT. Meleng Molong Tbk
Form of Company                   : Comanditter
Type of Company                   : Garment Industry
Address Company                  : Jl. Deposito No. 18, South of Jakarta
Telephone Number                  : (021) 375209
Fax Number                            : (021) 375683
NPWP                                     :  01.136.545.9-541
SIUP                                       :  No. 42/12-05/PB/IX/1990
SIUI                                        :  No. 134/IZ/A/12/IX/1992
Company Registration            : No. 21345675490
Place of Business License       : No. 33221166775
Sign Permit Interference         : 132/TSB/TYU54/OSB
Brand Certificate                    : 320/TYY/767/III/2003
Bank                                        : Bank Mandiri

B.     Result product

Our garment company is one of the best in Indonesia, the company produces a wide range of semi-finished materials quality
·      Sppining          : 1200 Spindels – 980 bal/month
·      Weaving          : AJL184, ISL116 Conventional – 800.000 meters/month
·      Utility              : Boiler – 15 ton/H
 Generators – 2543 KVA
 Waste water treatment – 89.000 ton/month

C.     Location and Layout Company
PT. Meleng Molong in carrying out a trade and making the cloth to achieve the mission and be appointed , therefore, the company operates there are two places
·         Deposito street 6A (18) South Jakarta as an office, factory or galleries and art shops, With a land area of 1,231 m2 and building area of ​​1,300 m2 (2nd)

We have a company named PT. Molong Tbk completes the berlokasikan on the outskirts of the capital Jakarta . in the operations of this company we are working with foreign companies located in Singapore, called PT. Apaajabole Tbk to benefit and promote the business
We run this company for 5 years and produce the garment material will then be sent to PT. Apaajabole Tbk then reduced finished goods such as adult clothing, children's clothing and so on. Our work together has been more than 3 years, our business relationship very well, every year we get a huge advantage since teamed up with the Singapore-based company.

Early start as we get clients who demand rapid influx of free trade in our country. Free trade is a lot of innovative companies in producing material into clothing. From the start everyday wear to formal wear. Company made several modifications to the material be a good outfit to create consumer interest to buy it

Our garment company domiciled in Indonesia do forms of cooperation with foreign companies, which aims to get the most profit and promote the best quality materials that we've got to give the appeal of the company to cooperate. not easy to cooperate with foreign companies because a lot of competitors

First, entrepreneurship is usually difficult for the early start. People become difficult to start a business as a way of thinking. There is nothing positive thinking and negative thinking. The characteristics of the negative thinking is not attractive, not salable, poor quality, while failure and loss characteristics of the positive thinking is exciting products, special quality, the buyer is satisfied, successful and profitable. This way of thinking will decide to start a business and to keep adding to persevere

In entrepreneurship there are several aspects that determine the success or failure of a business carried on. Among aspects of the capital, the management and marketing. Capital can be from a variety of ways such as by capital that we have personally or by borrowing. Therefore, it is needed a partnership or a good social relationships in entrepreneurship. Because sometimes in entrepreneurship we can not start itself either because of lack of money, resources, and creativity. Therefore, a partnership is needed and is one of the important aspects in entrepreneurship. As for the management or management and marketing would be better if we master it even further as an entrepreneur, as an aspect of management and marketing aspects play an important role.

Tugas Bahasa Indonesia 2 (4) : Tugas Personal

Written on 19.43 by Andriawan Syahrul Azhar


Tugas Bahasa Indonesia 2 (4) : Tugas Personal


ABSTRAK

MAKNA HIDUP PADA MANTAN PENGGUNA NAPZA


Selama ini banyak pengguna NAPZA ingin melepaskan diri dari ketergantungan. Kehidupan
yang mereka alami telah dikendalikan oleh narkoba, sehingga NAPZA membuat kehidupan mereka
menjadi tidak bermakna. Keinginan yang kuat untuk berhenti menggunakan NAPZA dari dalam diri
sangat diperlukan agar tidak kembali terjerumus. Mereka mencoba mencari apa arti kehidupan yang
bermakna tanpa menggunakan NAPZA dan berusaha menemukan kembali makna hidup yang hilang.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seorang
menjadi pengguna NAPZA, untuk mengetahui gambaran makna hidup pada mantan pengguna NAPZA.
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah menggunakan teknik wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian diperoleh
bahwa faktor-faktor yang menyebabkan subjek menjadi pengguna NAPZA adalah aspek psikologis, faktor
obat atau zat, hubungan keluarga dan pengaruh teman sedangkan gambaran makna hidup pada mantan
pengguna NAPZA adalah ketika masih menggunakan NAPZA subjek merasa dirinya sudah tidak berarti
dan setelah subjek lepas dari NAPZA subjek merasa lebih dekat dengan Tuhan (religius), dan subjek juga
merasa Tuhan telah mengabulkan semua doa dan keinginannya. Selain itu, subjek juga merasa putus asa,
hampa dan banyak perasaan negatif karena subjek tidak mempunyai teman dan tidak bisa mendapatkan
sesuatu yang subjek inginkan. Dan subjek merasa pernikahannya merupakan hal yang bermakna dalam
merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Kata kunci : Makna hidup, mantan pengguna NAPZA

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (3) : TUGAS PERSONAL

Written on 07.50 by Andriawan Syahrul Azhar


TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (3) : TUGAS PERSONAL

1.      Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modifie, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
Jawab:

Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana atau seorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.

a.      Sistem Harvard (Author Date System)
Yaitu menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, c, dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi yang dibubuhkan (). Alamat internet ditulis menggunakan huruf italic.
Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh dibawah ini:
·        Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). ‘New drugs for acute respiratory distress syndrome’, New England Journal, vol. 337, no.6 pp. 435-439.
·        Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). ‘The social integration of British home owners into French rural communities’. Journal of Rural Studies 10, 2, 197–210.
·        Dower, M. (1977). ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210-37.
·        Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press.
·        Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.

b.      Sistem Harvard Modifie

Sistem Harvad dan Harvard Modifie mempunyai sedikit perbedaan, apabila dalam metode H dibubuhkan () untuk setiap penulisan tahun, di dalam metode Harvard Modifie ini tanda () tidak dipakai melainkan tanda titik yang dibubuhkan setelah penulisan tahun. Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh dibawah ini:
·        Buller, H. and Hoggart, K. 1994. ‘New drugs for acute respiratory distress syndrome’, New England Journal, vol. 337, no.6 pp. 435-439.
·        Dower, M. 1977. ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210-37.
·        Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. 1993. Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press.
·        Palmer, F. R. 1986. Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.

c.      Sistem Abjad

Pada sistem  Abjad ini,
nomor urut mengawali tiap daftar pustaka yang disusun berdasarkan abjad Sistem Harvard (Author Date System) atau Sistem Harvard Modifie.  Contoh yang diberikan adalah Sistem Abjad dengan penulisan dari Sistem Harvard Modifie.
Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh dibawah ini:
·        1. Buller, H. and Hoggart, K. 1994. ‘New drugs for acute respiratory distress syndrome’, New England Journal, vol. 337, no.6 pp. 435-439.

·        2. Dower, M. 1977. ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210-37.

·        3. Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. 1993. Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press.

·        4. Palmer, F. R. 1986. Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.

d.      Sistem Nomor Urut

Berbeda dengan sistem Abjad, dalam sistem ini penulisan disusun berdasarkan nomor urut pengacuan buku dalam skripsi, bukan abjad nama penulis.
Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh dibawah ini:
·        Soemardi T.P., Budiarso, Sumarsono D.A., Fauzan M., Djatmiko H. & Huwae R. 1997. Light and low cost crossflow microhydro water turbine using composite materials. Makara *2B: 42–50. [Keterangan: (*) 2 = nomor seri; B = seri majalah.]

e.      Sistem Vancouver (Author Number Style)
Dan yang terakhir adalah sistem Vancouver (Author Number Style) menggunakan cara penomoran (pemberian angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama penulis seperti dalam sistem Harvard (Author Date System). Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.
Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh dibawah ini:
·         (1) Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.

·        (2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.

·        (3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.

·        (4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.

·        (5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.

·        (6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1992. h. 1-42.

·        (7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. h. 8-21.


2. Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.

Jawab :
  1. Judul
  2. Abstrak (abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maksimum 250 kata).
  3. Pendahuluan : pendahuluan memuat latar belakang penelitian secararingkas dan padat, dan tujuan.  Dukungan  teori  tidak  perlu  dimasukkan  pada  bagian  ini,  tetapi  penelitian  sejenis yang sudah dilakukan dapat dinyatakan.
  4. Metode Penelitian : Metode penelitian merupakan prosedur dan teknik penelitian. Antara satu penelitian dengan  penelitian  yang  lain,  prosedur  dan  tekniknya akan  berbeda. Kalau  tidak berbeda,  berarti  penelitian  itu  hanya  mengulang  penelitian  yang  sudah  ada sebelumnya.   Tapi  bukan  berarti  harus  berbeda  semuanya.  Untuk  penelitian  sosial misalnya, populasi penelitian mungkin saja sama, tapi teknik samplingnya berbeda, teknik  pengumpulan  datanya  berbeda,  analisis  datanya  berbeda,  dan  lain - lain. 
  5. Pembahasan : bagian  ini  memuat  data  (dalam  bentuk  ringkas),  analisis  data  dan  interpretasi
    terhadap hasil. Pembahasan dilakukan dengan mengkaitkan studi empiris atau teori untuk interpretasi. Jika dilihat dari proporsi tulisan, bagian ini harusnya mengambil proporsi  terbanyak,  bisa  mencapai  50%  atau  lebih.  Bagian  ini  bisa  dibagi  menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.
  6. Penutup : bagian ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulandan saran dapat dibuat dalam
    sub  bagian  yang  terpisah.   Kesimpulan  menjawab  tujuan,  bukan  mengulang  teori, berarti  menyatakan  hasil  penelitian  secara  ringkas  (tapi  bukan  ringkasan pembahasan).   Saran  merupakan  penelitian  lanjutan  yang  dirasa  masih  diperlukan untuk  penyempurnaan  hasil  penelitian  supaya  berdaya guna.   Penelitian  tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali penelitian, tapi merupakan
    rangkaian penelitian yang berkelanjutan.
  7. Daftar Pustaka : bagian  ini  hanya  memuat  referensi  yang  benar-benar  dirujuk;  dengan  demikian, referensi  yang  dimasukkan  pada  bagian  ini  akan  ditemukan  tertulis  pada  bagianbagian sebelumnya. Sistematika penulisannya adalah:
  • Menurut abjad
  • Tidak  perlu  dikelompokkan  berdasarkan  buku,  jurnal, koran,  ataupun berdasarkan tipe publikasi lainnya.  
  • Sistematika penulisan untuk buku: nama penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tahun publikasi.  Judul buku. Penerbit, kota.
  • Sistematika penulisan untuk jurnal: nama penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tahun publikasi. “Judul tulisan.”  nama jurnal. Volume, nomor. Penerbit, kota.  
  • Sistematika  penulisan  untuk  skripsi/tesis/disertasi:  nama  penulis  (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tahun lulus.  Judul skripsi/tesis/disertasi. Penerbit, kota.
  • Sistematika penulisan untuk artikel dari internet:  nama penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tanggal, bulan, dan tahun download.  Judul tulisan. Alamat situs.
  • Sistematika penulian untuk artikel dalam koran/majalah: nama penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tanggal, bulan dan tahun publikasi. “Judul tulisan.”  Nama koran.  Penerbit, kota.


 3.      Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
Jawab:

Dalam laporan penelitian, penulisan dalam majalah, tesis dan disertasi hanya dipakai Daftar Acuan,yaitu informasi yang diacu dari sumber lain, yang dimanfaatkan dalam penelitian dan dikutip (cited)baik esensinya maupun statement lengkapnya dalam teks penulisan tesis/disertasi atau laporanpenelitian. Penulis dari sumber informasi yang diacu ini harus tercatat dalam Daftar Acuan padahalaman terakhir dari penulisannya.
1.      Buku
Format :
Pengarang atau penulis [atau editor]. Tahun Terbit. Judul Buku (ditulis miring). Volume (jika ada). Ed ke-n (untuk edisi ke-2 dst.) Kota Terbit: Nama penerbit.
Contoh :
Nurhadi. 1991. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: CV Sinar Baru.

1.1   Buku dengan pengarang perorangan
Contoh:
Shriner, R.L., Hermann, C.K.F., Morrill, T.C, Curtin D.Y., and Fuson R.C. 2004. The Systematic Identification of Organic Compounds. 8th ed. New York (US): J Wiley.

1.2   Buku dengan editor
Contoh:
Coats, J.R. and Yamamoto, H, editor. 2003. Environmental Fate and Effects of Pesticides. Washington DC (US): Am. Chem. Soc.
Rifai, M.A dan Sakri A, editor. 1992. Bunga Rampai Metodologi Penelitian. Jakarta (ID): DP3M, Ditjen Dikti, Depdikbud.

1.3   Buku dengan lembaga sebagai pengarang
Contoh:
[CSE] Council of Science Editors, Style Manual Committee. 2006. Scientific Style and Format: The CSE Manual for Authors, Editors, and Publishers. 7th ed. Reston, VA (US): CSE.

1.4   Buku terjemahan
Format :
Pengarang atau penulis asli [atau editor]. Tahun terbit buku terjemahan. Judul Buku Terjemahan (dicetak miring). Ed ke-n (untuk edisi ke-2 dst.). Diterjemahkan oleh: Nama penerjemah, Kota terbit terjemahan: Nama penerbit terjemahan. Terjemahan dari: Judul Buku Asli.
Contoh :
Kalshoven, L.G.E. 1981. The Pests of Crops in Indonesia. Laan PA van der, penerjemah. Jakarta (ID): Ichtiar Baru- van Hoeve. Terjemahan dari: De Plagen van de Cultuurgewassen in Indonesie.
Crusing, B.E. 1991. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Edisi ke 3. Diterjemahkan oleh: Kosasi. Jakarta: R.Erlangga.

1.5   Bab atau bagian dari buku dengan pengarang berbeda-beda dan disertai editor
Format :
Pengarang artikel. Tahun. Judul artikel (dicetak miring). Di dalam: Nama editor, kata “editor”. Judul Buku (dicetak miring). Ed ke-n untuk edisi ke-2 dst.). Kota Terbit: Nama penerbit. nomor halaman artikel.
Contoh :
Mondal, K.K. and Verma J.P. 2002. Biological control of cotton diseases. Di dalam: Gnanamanickam SS, editor. Biological Control of Crop Diseases. New York (US): Marcel Dekker. hlm 87-109.
Hedley, C. 1971. Reading and Language Difficultiesm. Wilson, J.A.R. Diagnosis of Learning Difficultiesm. Pp135-156. New York: MGraw-Hill.

2.      Surat kabar
Format :
Pengarang. Tahun bulan tanggal terbit. Judul. Nama surat kabar. Informasi seksi (jika ada):nomor halaman awal dari artikel tsb (nomor kolom).
Contoh :
Maryoto, A. 2005 Maret 19. Kebijakan pertanian di tengah arus perdagangan dunia. Kompas. Rubrik Opini:43 (kolom 1-9)

SUMBER :